Aku menulis surat
lalu membiarkannya di meja.
Jika kau membacanya,
itu kebetulan.
Jika tidak,
aku tetap menulis.
"Menulislah apapun jangan pernah takut tulisanmu tidak dibaca orang yang penting tulis, tulis dan tulis". (Pramoedya Ananta Toer)
Aku menulis surat
lalu membiarkannya di meja.
Jika kau membacanya,
itu kebetulan.
Jika tidak,
aku tetap menulis.
Putar jarumnya perlahan
jangan kau paksa berlari.
Ia hanya ingin ditemani
agar detik-detik
tidak bunuh diri.
Aku berteriak pada bayanganku sendiri:
jangan mengemis pelukan
dari dunia yang sibuk berdagang!
Jangan menukar jantung
dengan nota pembayaran!
Berdirilah!
Kalau harus memberi,
beri tanpa kuitansi!
Kau membawa payung
saat langit tak hujan
orang-orang menertawakanmu.
Aku tahu:
bukan langit yang kau curigai,
melainkan aku
yang sering tiba-tiba basah.
Aku belajar memegang api
bukan untuk menghangatkan diri
melainkan agar gelap tahu
aku masih bernapas.
Tanganku melepuh,
tapi malam tak lagi sendirian.